Pencairan Gaji ke-13 2020 Baru Dibayarkan Rp13,57 Triliun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Keuangan menginformasikan pencairan gaji ke-13 tahun 2020 pada hari ini, Senin (10/8) pukul 12.00 WIB baru mencapai 47,11 persen dari total perkiraan anggaran. Capaian ini disebabkan satuan kerja yang belum semuanya mengajukan surat perintah membayar (SPM) ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Realisasi gaji ke-13 per jam 12.00 WIB sebesar Rp5,47 triliun untuk PNS, dan untuk pensiunan Rp8,1 triliun sehingga totalnya Rp13,57 triliun,” kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Andin Hadiyanto, Senin (10/8) dalam konferensi virtual.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, KPPN telah membuka penerimaan SPM sejak 7 Agustus kemarin. Sampai hari ini, tercatat baru 82,5 persen dari seluruh satuan kerja yang telah mengajukan SPM atau sekitar 14.000 satuan kerja.

“Dan sampai Senin ini, pukul 12 ada 82,5 persen dari seluruh satuan kerja yang sebanyak hampir lebih 14.000 telah mengajukan SPM dan hampir semua telah selesai dalam prosesnya di KPPN,” ujar Sri Mulyani dalam agenda yang sama.

Pemrintah memperkirakan keseluruhan anggaran pembayaran gaji ke-13 sebesar Rp28,82 triliun. Terdiri dari Rp14,83 triliun dari APBN untuk pegawai aktif sebesar Rp6,94 triliun dan pensiunan Rp7,88 triliun.

Adapun pembayaran gaji ke-13 bagi ASN daerah akan dibayarkan oleh pemerintah daerah (pemda) setempat. Alokasi dalam APBD sebesar Rp13,99 triliun.

“Ini diharapakn bisa cair dalam waktu mulai hari ini dan akan terus kita laksanakan secara intensif sesuai kesiapan seluruh satuan kerja,” kata Sri Mulyani.

Untuk pensiun ke-13, imbuh Sri Mulyani, dana sudah ditransfer kepada PT Taspen untuk dibayarkan pada para pensiunan melaui bank penyalur. (NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here