PP Muhammadiyah: Ekspor Benih Lobster Hanya Membuat Vietnam Tambah Kaya

benih-lobster
Benih Lobster. Foto: Humas KKP

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua PP Muhammadiyah, KH Anwar Abbas menanggapi masalah penjualan benih lobster yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Menurut dia, masalah benih lobster ini banyak dibicarakan karena pemerintah dituntut oleh konstitusi untuk menciptakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Oleh karena itu yang kita jual jangan benihnya, karena keuntungannya hanya sedikit, tapi lobsternya. Karena inilah yang akan mendatangkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi kita,” kata Buya Anwar, sapaan akrabnya, Senin (10/8).

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal MUI ini berpendapat mungkin saja ada yang beralasan pelaku usaha menjual benihnya karena alamiahnya benih lobster tersebut yang bisa survive hanya 0,01 persen, sedangkan yang 99,99 persen akan mati atau dimangsa dan disantap oleh predatornya.

Dalam logika mereka, daripada tidak dapat apa-apa karena benih-benih tersebut akan mati dan hilang juga secara alamiah, maka lebih baik benih lobster tersebut ditangkap lalu dijual ke luar negeri, apalagi pasar untuk itu sudah ada, yaitu Vietnam.

“Vietnam lalu membeli dan membudidayakan benih-benih yang kita anggap sudah tidak bernilai tersebut dan hasilnya ternyata mereka mampu membuat 70 persen dari benih-benih tersebut survive, sehingga mereka bisa menjual lobster-lobsternya di pasar dalam negeri dan luar negerinya dengan harga yang tinggi, sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Maka itu, pemerintah harus bisa melakukan langkah besar dan strategis terkait lobster ini yang dijiwai dan disemangati oleh keinginan kuat untuk mewujudkan sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kalau alasannya Indonesia belum bisa melakukan itu karena belum punya SDM yang handal, maka pemerintah bisa membayar dan mengontrak SDM yang handal dari Vietnam untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari mereka.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here