Pandemi Covid-19, Persaingan Super Ketat Bagi Calon Pekerja Lulusan Baru

Sejumlah pekerja pabrik berjalan di luar area pabrik saat jam istirahat di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020). Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan dampak dari wabah virus COVID-19 menyebabkan sebanyak 452.657 orang harus dirumahkan dan di-PHK yang terdiri dari pekerja di sektor formal dan informal.Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati menyampaikan pandemi Covid-19 menimbulkan goncangan ekonomi yang mengarah pada resesi global. Berbagai kebijakan yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19, seperti penutupan sekolah dan beberapa kegiatan bisnis, pembatasan sosial berskala besar, bahkan lockdown mengakibatkan penurunan tingkat konsumsi dan investasi.

“Jika pada triwulan III 2020 pertumbuhan masih negatif, maka akan resmi masuk resesi dengan digenapinya rezim pertumbuhan negatif selama dua periode kuartal berturut-turut,” kata Anis dalam keterangan pers, Selasa (11/8).

Anis berpendapat, pandemi berimbas pada nasib jutaan pekerja yang dirumahkan dan di-PHK. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) per 27 Mei 2020, sebanyak 3.066.567 pekerja terdampak Covid-19 di-PHK maupun dirumahkan.

Sedangkan menurut catatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, hingga Juli 2020 ada lebih dari 6,4 juta pekerja yang di-PHK ataupun dirumahkan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebelum pandemi, tepatnya pada Februari 2020 penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan masih didominasi tiga lapangan kerja, yakni pertanian sebesar 29,04 persen, perdanganan sebesar 18,63 persen, dan industri pengolahan sebesar 14,09 persen.

Sementara, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase, jika dibandingkan dengan Februari 2019, yakni jasa pendidikan meningkat 0,24 persen, konstruksi meningkat 0,19 persen, dan jasa kesehatan meningkat 0,13 persen,” ucapnya.

Anis juga mengatakan, peluang bekerja di bidang penjualan dan pemasaran (sales and marketing) paling besar, mencapai 50,5 persen. Rinciannya, sebanyak 0,35 persen internship, 32,49 persen entry level, 65,14 persen associate, 1,98 persen mid senior dan 0,07 persen director.

Peluang lowongan pekerjaan di bidang IT dan software mencapai 13,4 persen, dengan rincian 2,92 persen internship, 37,92 persen entry level, 39,01 persen associate, 19,82 persen mid senior, dan 0,33 persen director. Posisi berikutnya bidang pelayanan umum (general services) sebesar 11,5 persen, dengan rincian 32,44 persen internship, 66,56 persen entry level, 0,78 persen associate, 0,19 persen mid senior, dan 0,03 persen director.

Secara keseluruhan lowongan kerja yang dibuka untuk lulusan baru mencapai 54,2 persen. Posisi program officer development paling banyak dicari calon pekerja. Diikuti account officer, business analyst, social media officer, dan banking officer.

Anis yang juga seorang dosen Pasca Sarjana Universitas YARSI ini memberikan masukan kepada penyelenggara pendidikan tinggi untuk komitmen dalam peningkatan investasi di pengembangan digital skills, selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru. Termasuk di dalamnya learn by doing, menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill, melakukan kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan dan menyusun kurikulum pendidikan yang telah memasukan materi terkait human-digital skills.

“Kalian semua adalah generasi pemimpin bangsa, tetap kuat menghadapi dan menjawab berbagai tantangan di masa pandemi Covid-19 dan setelahnya, gunakan value yang kalian miliki. Berani Sukses, berani menerima tantangan,” tuturnya. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here