Partisipasi Perempuan di UMKM Masih Rendah

Salah satu produk UMKM di Kalbar. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Data Bank Indonesia, partisipasi perempuan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mencapai 60% dari 57,83 juta UMKM di Indonesia pada tahun 2018, namun demikian sumbangan UMKM perempuan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) baru mencapai 9,1%.

Hal ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kuantitas perempuan yang terlibat dalam sektor UMKM dengan nominal yang didapatkan dari sektor tersebut.
Peningkatan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu cara agar UMKM yang dimiliki oleh perempuan menjadi semakin berkualitas dan berdaya saing tinggi.

“Bagaimanapun peran perempuan menjadi sangat strategis dalam kerangka ekonomi lokal dan global, hal ini teruji di tengah kondisi krisis pandemic Covid-19. Perempuan mengambil peran ke depan dalam ekonomi keluarga dan bahkan tidak jarang menjadi tulang punggung penyangga ekonomi keluarga.” kata Diah Pitaloka, Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI), Selasa(11/8).

Tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, khususnya perempuan, menjadi semakin tinggi di tengah pandemi Covid-19. Ketika pertumbuhan ekonomi dunia menurun dan daya beli masyarakat semakin anjlok, sektor UMKM menjadi stagnan.
“Tentunya masih banyak tantangan dan peluang lain yang dihadapi oleh perempuan dalam meningkatkan ekonomi selama pandemi Covid-19.” ujarnya.

KKP-RI menggelar diskusi membahas masalah itu untuk mengupas tantangan dan strategi pemerintah dalam menguatkan peran perempuan dalam ekonomi keluarga selama pandemic Covid-19. Diskusi ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat menguatkan pengawasan parlemen dalam mendorong peraturan undang-undang yang berpihak pada kesetaraan dan keadilan gender, terutama dalam penguatan peran perempuan dalam perekonomian keluarga selama pandemi Covid-19.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here