SeaWorld Alami Kerugian 131 Juta Dolar AS pada Kuartal Kedua Akibat Pandemi

Seorang pelatih lumba-lumba yang mengenakan masker tampil di SeaWorld San Antonio di Texas, Amerika Serikat, pada 19 Juni 2020. (Xinhua/Lie Ma)

Indonesiainside.id, Los Angeles– SeaWorld  Entertainment, Inc., salah satu operator taman hiburan terbesar di Amerika Serikat (AS), pada Senin (10/8) melaporkan kerugian bersih sebesar 131 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp14.750) pada kuartal kedua (Q2) tahun fiskal 2020. Kerugian terjadi akibat pandemi Covid-19 yang tengah melanda.

Total pendapatan selama periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni itu tercatat hanya 18 juta dolar AS, turun dari 388 juta dolar AS pada Q2 2019, atau merosot tajam hingga 95,6 persen. Sebanyak 300.000 pengunjung tercatat pada kuartal tersebut, turun dari 6,2 juta pengunjung pada Q2 2019, menurut laporan pendapatan kuartalan perusahaan itu.

SeaWorld  juga melaporkan kerugian sebesar 1,68 dolar AS per lembar saham pada kuartal yang sama. Perusahaan tersebut mencatat bahwa hasil keuangan Q2 secara signifikan terdampak oleh pandemi Covid-19 global.

Perusahaan itu menutup seluruh tamannya pada Maret sebagai respons terhadap merebaknya wabah Covid-19. Akibat penutupan taman hiburan tersebut, SeaWorld  hanya memiliki tujuh taman yang dibuka sebagian selama 98 hari pada Q2 dibandingkan dengan total 12 taman yang dibuka penuh selama 861 hari pada periode yang sama tahun lalu.

Mulai 6 Juni lalu, perusahaan itu memulai proses pembukaan kembali beberapa tamannya yang dimulai di Texas dan kemudian di Florida. Hingga akhir Q2, tujuh dari 12 taman beroperasi dengan kapasitas terbatas, serta jam dan/atau hari yang terbatas pula.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here