Ekonomi Belanda Ambyar Diterjang Corona

Warga Belanda bersepeda di sebuah ruas jalan Amsterdam. Foto: Xinhua

Indonesiainside.id, Jakarta – Berdasarkan perhitungan pertama, Produk Domestik Bruto (PDB) di Belanda mengalami penurunan sebesar 8,5 persen pada kuartal kedua 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya, demikian disampaikan Biro Pusat Statistik Belanda (Central Bureau of Statistics/CBS) pada Jumat (14/8).

Penyusutan semacam ini tidak pernah diukur oleh CBS sebelumnya. Data kuartalan untuk pertumbuhan ekonomi tersedia dari 1987 dan penurunan secara kuartalan terbesar hingga kuartal kedua 2020 adalah 3,6 persen yang tercatat pada kuartal pertama 2009 saat krisis keuangan melanda.

“Kontraksi ekonomi sebesar 8,5 persen itu parah,” ujar Menteri Sosial dan Ketenagakerjaan Wouter Koolmees kepada layanan siaran nasional NOS.

“Kami sudah memprediksi hal tersebut. Penyusutannya sangat besar,” lanjutnya, “tetapi bisa menjadi lebih buruk.”

Lebih dari separuh penyusutan PDB pada kuartal kedua dapat dikaitkan dengan penurunan tajam konsumsi rumah tangga sebagai buntut dari krisis coronavirusbaru. Selain itu, investasi dan perdagangan pun ikut menurun tajam.

Rumah tangga membelanjakan 10,4 persen lebih sedikit di kuartal kedua dibandingkan kuartal sebelumnya. Investasi juga anjlok 12,4 persen. Sementara ekspor dan impor barang dan jasa masing-masing turun 9,8 dan 8,3 persen. (EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here