LPPOM MUI: Sertifikasi Halal Bagian Penguatan UMKM Untuk Menopang Ekonomi

Ilustrasi produk halal. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Lukmanul Hakim dalam webinar nasional “Tingkatkan Untung dan Nilai Jual UMKM dengan Sertifikat Halal” akhir pekan ini.

Ia menjelaskan, di tengah wabah virus Covid-19 ini, sektor UMKM mengalami penurunan. Karenanya, perlu penguatan industri 63,5 juta UMKM di seluruh Indonesia agar perekonomian nasional tetap menggeliat.

 

“Sertifikasi halal adalah bagian dari upaya memberikan penguatan kepada UMKM,” ujar Lukman.

 

Lukman berujar, dengan sertifikat halal produk-produk UMKM dapat bersaing dan menambah nilai jual. “Sertifikasi Halal bisa membantu UMKM untuk memperkenalkan produknya dalam negeri, bahkan ke luar negeri,” katanya.

 

Ia menuturkan, sertifikat halal juga memberi keyakinan kepada masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. “Karena sertifikasi halal MUI memberikan keyakinan kepada konsumen, bahwa produk yang akan dibeli atau dikonsumsi sesuai dengan syariat Islam,” jelasnya.

 

Lukman mendorong agar seluruh UMKM di Indonesia melakukan sertifikasi halal melalui MUI. “Dan kita akan memberikan pendampingan-pendampingan pada prosesnya sehingga pada akhirnya seluruh UMKM di Indonesia sudah mendapatkan sertifikat halal,” kata Lukman.

 

Pada kesempatan sama, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis mengatakan soal produk bersertifikat halal ini merupakan hak konsumen serta kewajiban pengusaha atau produsen. “Halal menjadi penting, karena gaya hidup Islam. Hak konsumen, kewajiban produsen. Saat ini sertifikasi halal sudah menjadi mandatori (wajib) setelah lahirnya UU Jaminan Produk Halal,” kata kiai Cholil.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here