Pemerintah Dinilai Gagal Penuhi Target Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan dan Pengangguran tak Bisa Dicegah

Ilustrasi APBN. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR RI menilai kinerja pemerintah dalam pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2020 tidak memuaskan. Hal itu berdampak pada tidak optimalnya pembangunan ekonomi yang turut berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah dianggap gagal dalam memenuhi target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2019 sebesar 5,3 persen, sedangkan yang tercapai hanya 5,02 persen. “Kita sudah mencermati tidak tercapainya pertumbuhan ekonomu yang ditetapkan dalam APBN sudah terjadi sejak 2015 hingga akhir masa pemerintah, sehingga upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran menjadi lambat,” kata jurubicara F-PKS, Rofik Hananto, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8).

Rofik menilai tidak terpuhinya target pertumbuhan ekonomi diakibatkan strukutr ekonomi nasional terlalu bergantung terhadap sektor konsumsi. Tercatat sebesar 56 persen PDB porsi konsumsi rumah tangga.

“Peranan belanja pemerintah hanya 8,75 persen. Angkat tersebyt sangat kecil untuk mendukung ekspansi pemerintah. Ini menunjukkan bahwa ekonomi kita sedang tidak baik, karena terlalu bergantung kepada sektor konsumsi,” ucap dia.

Selain itu, F-PKS mendesak pemerintah untuk meningkatkan efektivitas program-program penciptaan lapangan kerja. Sepanjang Agustus 2019, jumlah pengangguran di Indonesia naik menjadi 7,05 juta orang, sedangkan Agustus 2018 sebanyak 7 juta. Selama periode tersebut jumlah pengangguran naik 0,71 persen.

“Kami mencermati masih tingginya tenaga kerja informal per Agustus 2019, mencapai 55,72 persen dari total tenaga kerja Indonesia atau mencapai 70,49 juta jiwa. Sementara itu penyerapan tenaga kerja sektor padat karya terus menurun,” ucap Rofik.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here