Sri Mulyani Minta Timnya Bekerja Like A Crazy

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan terus memantau defisit anggaran tahun ini agar tidak melebihi target dalam Perpres 72/2020 yang sebesar Rp1.039,2 triliun atau 6,34 persen terhadap PDB.

“Kami akan terus memantau hingga akhir tahun fiskal ini. Kami masih berharap bahwa rencana (defisit) fiskal 6,34 persen dapat dilanjutkan di level itu,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani menjelaskan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020 defisit anggaran memang tidak ada batasan dan tidak seperti sebelumnya yang memiliki batas maksimal yakni 3 persen.

“Tidak ada batasan defisit. Kita bisa sedikit di bawah atau mungkin lebih tinggi dari yang kita miliki. Secara hukum tidak ada akibatnya,” jelasnya.

Meski demikian, Sri Mulyani menuturkan tugas pemerintah yang paling penting saat ini adalah memastikan seluruh anggaran dapat digunakan dengan baik terutama untuk pemulihan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

“Intinya kami sangat ingin melihat masing-masing elemen memiliki dimensi yang sangat penting pada situasi ekonomi dan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah tidak hanya sekadar memaksimalkan penyerapan anggaran untuk mengurangi dampak COVID-19 namun juga memastikan kualitas dan targetnya.

“Jika pengeluaran dapat dieksekusi hampir 99 persen atau 100 persen dan mereka tepat sasaran, itu bagus. Kalau belanja 99 persen tapi kualitas diragukan itu alarm,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here