Wall Street Ditutup Melemah di tengah Ketidakpastian

Bursa saham Hong Kong. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve menyampaikan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi AS dari dampak pandemi yang menghancurkan menghadapi jalur yang sangat tidak pasti.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 85,19 poin atau 0,31 persen menjadi berakhir di 27.692,88 poin. Indeks S&P 500 turun 14,93 poin atau 0,44 persen, menjadi ditutup di 3.374,85 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 64,38 poin atau 0,57 persen menjadi berakhir di 11.146,46 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan real estat jatuh 2,02 persen, memimpin kerugian

Dalam risalah pertemuan Fed pada Juli, komite kebijakan mengatakan bahwa rebound cepat dalam pekerjaan yang terlihat pada Mei dan Juni kemungkinan telah melambat dan bahwa “peningkatan substansial” tambahan di pasar tenaga kerja akan bergantung pada pembukaan kembali kegiatan bisnis yang “luas dan berkelanjutan”.

The Fed juga mengesampingkan untuk saat ini langkah-langkah kebijakan moneter yang lebih dovish seperti kontrol kurva imbal hasil obligasi.

“Anggota setuju bahwa krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan sangat membebani kegiatan ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat dan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah,” kata risalah tersebut.

“The Fed berhati-hati dalam risalah dan telah berlangsung selama sebulan terakhir,” kata Mike O’Rourke, kepala strategi pasar, di Jones Trading. “Saya pikir fakta bahwa Fed tidak terlalu hangat pada kontrol kurva imbal hasil dan beberapa tindakan ekstrim yang mungkin ingin dilihat investor adalah suatu kekhawatiran.”

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here