Harga Minyak Mentah Capai Harga Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga minyak mentah terangkat ke level tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena produsen-produsen AS menutup sebagian besar produksi lepas pantai di Teluk Meksiko menjelang Badai Laura bahkan ketika meningkatnya kasus virus corona di Asia dan Eropa membatasi kenaikan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober menguat 73 sen atau 1,6 persen, menjadi menetap di 45,86 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 73 sen atau 1,7 persen, menjadi menetap di 43,35 dolar AS per barel.

Itu adalah penutupan tertinggi untuk kedua acuan minyak sejak 5 Maret, sehari sebelum Arab Saudi dan Rusia gagal menyetujui rencana baru untuk memangkas produksi dan sekitar seminggu sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan COVID-19 sebagai pandemi.

Produsen-produsen AS memangkas produksi minyak mentah menjelang Badai Laura pada tingkat yang mendekati tingkat Badai Katrina pada 2005 dan juga menghentikan sebagian besar penyulingan minyak di sepanjang pantai Texas/Louisiana.

Badai Laura diperkirakan akan menguat menjadi topan besar dengan kecepatan angin 115 mil per jam (185 kilometer per jam) sebelum menghantam pantai dekat perbatasan Texas-Louisiana pada Kamis pagi (27/8/2020), menurut Pusat Badai Nasional AS.

Pada Selasa (25/8/2020), produsen-produsen AS telah mengevakuasi 310 fasilitas lepas pantai dan menutup 1,56 juta barel per hari (bph) produksi minyak mentah, 84 persen dari produksi lepas pantai Teluk Meksiko, mendekati pemadaman 90 persen yang disebabkan Badai Katrina 15 tahun lalu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here