WSJ: Saat Negara Lain Lunglai karena Covid-19, Ekonomi China Bangkit Kembali

Foto hasil bidikan dari udara yang diabadikan pada 6 Juli 2020 ini menunjukkan sebuah jembatan rel kereta rute Anshun-Liupanshui di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Liu Xu)

Indonesiainside.id, Jakarta -Saat banyak negara di dunia berjuang membendung coronavirus, pemulihan China kian melaju, membuatnya semakin mempersempit jarak dengan perekonomian Amerika Serikat (AS), papar sebuah artikel berjudul “China’s Economy, Bouncing Back, Gains on the U.S.”, yang dipublikasikan di The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa (25/8).

Menurut artikel tersebut, China menjadi satu-satunya perekonomian besar yang diperkirakan bakal tumbuh tahun ini. J.P. Morgan baru-baru ini menaikkan prediksi pertumbuhannya untuk perekonomian China tahun 2020 menjadi 2,5 persen dari 1,3 persen pada April lalu. Kalangan ekonom di Bank Dunia dan lain-lain juga telah memperbarui prediksi mereka untuk China.

China, perekonomian terbesar kedua di dunia dalam hal PDB (Produk Domestik Bruto) riil, perlahan-lahan mengejar Amerika Serikat. Para ekonom mengatakan pesatnya pemulihan China dari Covid-19 akan mempercepat proses itu, sebut artikel WSJ.

Homi Kharas, senior fellowbidang pembangunan dan ekonomi global di Brookings Institution, mengatakan coronavirusmenempatkan perekonomian China di jalur yang tepat untuk menyamai perekonomian AS pada 2028 secara absolut, menggunakan nilai dolar AS saat ini, dua tahun lebih cepat daripada estimasi Kharas sebelum pandemimerebak, urai artikel tersebut.

“China akan muncul lebih kuat lagi sebagai perekonomian terbesar di antara negara-negara berkembang,” sebut artikel itu mengutip perkataan Kharas.

Menurut artikel tersebut, pabrik-pabrik China termasuk dalam pabrik-pabrik pertama di dunia yang kembali buka pada April lalu, yang membantu China mendapatkan pangsa pasar dalam perdagangan global.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here