Harga Minyak Mentah Global Tergelincir, Brent Dijual Lebih Rendah selama Lima Bulan Terakhir

kilang minyak
Pengeboran minyak lepas pantai. Foto: Antara.

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga minyak mentah global melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan Brent tergelincir dari level tertinggi lima bulan karena permintaan global tetap di bawah tingkat sebelum COVID-19, sementara produksi minyak Amerika Serikat naik tipis.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November, merosot 53 sen atau 1,2 persen menetap di 45,28 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, turun 36 sen atau 0,8 persen menjadi ditutup pada 42,61 dolar AS per barel.

Brent masih menutup Agustus dengan kenaikan 7,5 persen, kenaikan bulanan kelima berturut-turut. WTI mencatat kenaikan bulanan keempat di 5,8 persen setelah mencapai tertinggi lima bulan 43,78 dolar AS per barel pada 26 Agustus ketika Badai Laura melanda.

Namun, dengan negara-negara ekonomi utama di seluruh dunia belum pulih dari penguncian virus corona, analis mengatakan pasar dapat tetap kelebihan pasokan bahan bakar.

Harga minyak berada di bawah tekanan karena investor terus mengkhawatirkan prospek permintaan minyak mentah di tengah ketidakpastian COVID-19.

“Masalah permintaan tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan nyata,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

Pada saat yang sama, produksi minyak AS naik 420.000 barel per hari pada Juni menjadi 10,44 juta barel per hari, kata Badani Informasi Energi AS (EIA), memberikan tekanan lebih lanjut pada harga.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here