Harga Minyak Kembali Menguat Seiring Harapan Stimulus Fed

Indonesiainside.id, JakartaHarga minyak menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), seiring dengan kenaikan ekuitas global di tengah harapan untuk paket stimulus AS berikutnya.

Meski begitu, peningkatan kasus COVID-19 memicu kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar dan menahan harga minyak berjangka bergerak lebih tinggi lagi.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November ditutup pada 42,43 dolar AS per barel, naik 51 sen atau 1,22 persen.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November menguat 35 sen atau 0,87 persen, menjadi menetap pada 40,60 dolar AS per barel.

“Menurut pendapat saya, peristiwa yang paling mungkin mampu menggerakkan pasar minyak mentah ke level berikutnya adalah lewat paket stimulus virus corona,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho.

Harga minyak mengikuti Wall Street lebih tinggi karena pembicaraan politik Amerika Serikat berlanjut untuk RUU bantuan COVID-19 lainnya, setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada Minggu (27/9), mengatakan dia memperkirakan kesepakatan dapat dicapai dengan Gedung Putih.

Dolar AS yang lebih lemah, yang bergerak berbanding terbalik dengan harga minyak, juga membantu mengangkat harga minyak mentah berjangka.

Namun, krisis kesehatan global, yang telah memangkas konsumsi bahan bakar global, membuat harga minyak tidak naik jauh lebih tinggi.

“Kecepatan penyebaran virus adalah perhatian utama bagi pejabat kesehatan dan investor keuangan,” kata analis PVM, Tamas Varga.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here