Dua Maskapai Besar AS Berencana PHK 32.000 Staf Karyawan

Indonesiainside.id, MoskowAmerican Airlines dan United Airlines pada Kamis (1/10) akan memberikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada lebih dari 32.000 karyawan. Kebijakan ini dilakukan akibat dampak pandemi dan setelah paket bantuan Covid-19 berakhir.

Industri penerbangan itu mengambil langkah berat setelah gagal berdiskusi untuk mencari bantuan tambahan dari pemerintah. Paket bantuan yang diberikan oleh pemerintah federal mengikuti penyebaran Covid-19.

Kantor Berita Sputnik melaporkan mengutip CNBC, kedua maskapai itu berjanji akan memanggil kembali karyawan mereka jika diskusi tentang bantuan itu berhasil.  Pada bulan Maret, Kongres Amerika Serikat menyetujui bantuan federal senilai 25 miliar AS dolar dan melarang maskapai penerbangan mengurangi pekerjaan hingga 1 Oktober.

Dalam beberapa bulan terakhir, maskapai penerbangan telah mencoba membujuk anggota parlemen untuk mendapatkan paket bantuan senilai 25 miliar AS dolar dan proposal tersebut telah mendapat dukungan.  Namun, pembahasan untuk lebih banyak paket bantuan yang diadakan pada hari Rabu menemui kegagalan.

Perjanjian antara Gedung Putih dan anggota parlemen bertujuan untuk mempertahankan pekerjaan pada akhir Maret 2021, meskipun permintaan perjalanan udara menurun. Industri penerbangan global termasuk yang paling parah terkena dampak penyebaran Covid-19 karena sebagian besar negara terpaksa menutup perbatasan dan memberlakukan larangan terbang.

Sejak pandemi dimulau bulan Maret, maskapai penerbangan AS telah menghentikan operasi pesawat terbang. Mereka juga menunda pengiriman jet, untuk membatasi pengeluaran uang karena menurunnya permintaan penerbangan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here