Indonesia Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun, Pertama Sejak Krisis 1998

Ilustrasi Krisis Ekonomi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Indonesia mencatat deflasi 0,05 persen pada September 2020. Ini yang membuat negara mengalami tiga bulan berturut-turut sejak Juli.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pada Juli terjadi deflasi 0,1 persen dan pada Agustus deflasi sebesar 0,05 persen. Deflasi tiga bulan beruntun ini baru pertama kali terjadi sejak 1998, pada saat itu terjadi deflasi tujuh bulan beruntun, sejak Maret hingga September.

“Deflasi beruntun selama tiga bulan ini menunjukkan daya beli masyarakat pada kuartal ketiga sangat rendah karena Covid-19 menghantam sisi demand meski pasokan barang cukup,” ujar dia dalam konferensi pers virtual, Kamis.

Suhariyanto menambahkan dengan deflasi 0,05 persen pada September, maka secara tahun kalender tingkat inflasi sebesar 0,89 persen dan secara tahunan tingkat inflasi sebesar 1,42 persen.

Dia menjelaskan inflasi tahunan sebesar 1,42 persen pada September tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan pada September tahun lalu sebesar 3,39 persen.

Suhariyanto mengatakan berdasarkan survei indeks harga konsumen (IHK) pada 90 kota yang dipantau, deflasi terjadi pada 56 kota sementara 34 kota lainnya mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 0,83 persen sementara deflasi terendah terjadi di Bukittinggi, Jember, dan Singkawang masing-masing 0,01 persen.

Inflasi tertinggi pada September terjadi di Gunung Sitoli sebesar 1 persen dan inflasi terendah terjadi di Pontianak dan Pekanbaru masing-masing 0,01 persen. (Aza/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here