Akibat Pandemi, Industri Perhotelan AS Kehilangan 5 juta Lapangan Kerja

Indonesiainside.id, New York City— Industri perhotelan Amerika Serikat (AS) telah kehilangan lima juta lapangan pekerjaan sejak Februari lalu. Ini terjadi akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang telah merenggut hampir 210.000 nyawa di negara itu, menurut statistik terbaru.

Tingkat okupansi hotel di AS pada Agustus tercatat 48,6 persen, atau turun 31,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan angka itu terus merosot menjadi 48,5 persen pada pekan kedua bulan September, kata STR, entitas swasta yang memberikan pembandingan data, analitis, dan wawasan pasar untuk sektor perhotelan global.

Sementara itu, menurut Associated Luxury Hotels International (ALHI), hanya 38 persen warga AS yang berencana untuk berlibur pada 2020, jauh lebih rendah dibandingkan 70 persen pada tahun-tahun sebelumnya.  Menurut ALHI, sekitar tiga perempat hotel di Amerika terpaksa harus merumahkan lebih banyak karyawannya selama pandemi, jika tidak ada bantuan lebih lanjut yang tepat waktu dari pemerintah.

Berdasarkan tingkat okupansi dan pendapatan saat ini, dua pertiga hotel di Amerika hanya dapat bertahan paling lama enam bulan untuk beroperasi tanpa bantuan baru dari pemerintah, imbuhnya. Basis data sensus STR untuk akhir tahun 2015 menunjukkan ada sekitar lima juta kamar hotel di lebih dari 52.000 properti di AS. (NE/Ant/xh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here