Jaringan Bioskop Terbesar Kedua AS Bangkrut dan Memilih Tutup

Indonesiainside.id, Jakarta – Jaringan bioskop terbesar kedua di Amerika Serikat (AS), Regal Cinemas, mempertimbangkan untuk menutup semua bioskopnya di negara itu, yang berjumlah 543, lantaran terus mengalami kerugian akibat pandemi COVID-19.

Perusahaan induk Regal yang berbasis di Inggris, Cineworld, pada Ahad (4/10) menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah tersebut. Namun demikian, “lima puluh lokasi Regal diperkirakan akan tetap beroperasi selama akhir pekan.”

“Kami dapat mengonfirmasikan bahwa kami sedang mempertimbangkan untuk menutup bioskop-bioskop kami di Inggris dan AS untuk sementara, tetapi keputusan akhir masih belum dicapai. Setelah kami mencapai keputusan, kami akan memberi tahu semua staf dan pelanggan sesegera mungkin,” cuit Cineworld di Twitter.

Dengan 7.155 layar di 543 bioskop di 42 negara bagian, Regal menjadi jaringan bioskop nomor dua di AS setelah AMC. Bioskop-bioskop tersebut ditutup pada pertengahan Maret lalu akibat pandemi, dan dibuka kembali di lokasi-lokasi tertentu yang memungkinkan tak lama sebelum rilis film produksi Warner Bros., “Tenet”.

Deadline, sebuah situs berita onlineterkemuka seputar industri hiburan, pada Minggu melaporkan bahwa bioskop lokal terdampak tidak saja akibat minimnya penonton, yang enggan menonton di bioskop, tetapi juga karena studio-studio yang terus menunda perilisan film-film besar mereka di tengah pandemi coronavirus.

Perkembangan ini terjadi tak lama setelah Universal dan MGM mengumumkan bahwa perilisan film James Bond terbaru, “No Time to Die”, akan ditunda hingga April 2021. Jaringan-jaringan bioskop besar seperti Regal mengandalkan film blockbusterseperti film-film Bond tersebut untuk menunjang operasionalnya.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here