Jokowi Akui Kualitas Garam Rakyat Rendah, Menperin: Impor Garam Punya Nilai Tambah Luar Biasa

impor garam
Aktivitas petani di tambak garam. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyoroti permasalahan utama penyerapan garam rakyat. Yang pertama adalah rendahnya kualitas garam rakyat sehingga tidak memenuhi standar industri. Kedua adalah rendahnya produksi garam nasional.

Karena itu, Jokowi meminta menteri-menterinya mencari jalan keluar terkait kedua permasalahan itu. “Ini agar dipikirkan solusinya, sehingga rakyat garamnya bisa terbeli,” kata Presiden dalam rapat terbatas yang membahas mengenai Percepatan Penyerapan Garam Rakyat pada Senin (5/10).

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa nilai ekspor industri garam mencapai 37,7 miliar dolar AS, yang berasal dari pengolahan bahan baku garam impor senilai 108 juta dolar AS pada 2019.

Agus mengatakan, impor bahan baku garam untuk industri memiliki nilai tambah yang signifikan bagi perputaran kegiatan ekonomi. “Impor garam ini memiliki nilai tambah yang luar biasa bagi industri itu sendiri karena dengan mengimpor 108 juta dolar, AS industri sendiri pengguna garam ini telah berhasil catat nilai ekspor produk mereka 37,7 miliar dolar AS. Jadi bisa kita bayangkan betapa nilai tambah yang diberikan oleh hilirisasi dari penyerapan garam,” ujar Agus usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Agus menyampaikan kebutuhan bahan baku garam industri akan terus bertambah ke depan. Berdasarkan data Kemenperin, kebutuhan garam industri pada 2020 naik 6,8 persen dari 2019.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here