Harga Emas Diperkirakan Masih Mengkilap

Emas Logam Mulia
Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga emas melonjak 1% pada hari Senin(5/10) di tengah optimisme seputar suntikan stimulus AS dan kurs dolar yang melemah, meskipun pasar saham terdongkrak setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump dapat segera keluar dari rumah sakit.

Spot emas naik 0,7% menjadi 1.912,80 dolar per ounce setelah mencapai level tertinggi sejak 22 September di 1.918,36 dolar. Emas berjangka AS juga ditutup naik 0,7% menjadi 1.920,10 dolar.

Optimisme atas stimulus fiskal mulai muncul di kalangan investor setelah komentar optimis akhir pekan lalu dari Ketua DPR AS Nancy Pelosi, yang mengatakan kemajuan sedang dibuat pada undang-undang bantuan yang disusun kongres, lansir CNBC Selasa(6/10).

“Mungkin ada kesepakatan kecil yang akan disetujui Pelosi dan Partai Republik akan menyetujuinya dan saya pikir stimulus akan menjadi dorongan positif logam mulia,” kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

“Sedikit sentimen risiko negatif untuk emas, kata Pavilonis, menambahkan bahwa “kita bisa melihat sideways mingguan lainnya.”

Sementara itu, nilai tukar Dolar turun 0,4% terhadap mata uang lainnya, membuat emas tampak lebih murah bagi investor.

Saham global juga menyambut baik berita bahwa Trump dapat keluar dari rumah sakit pada hari Senin kemarin, meskipun para ahli kesehatan memperingatkan bahwa kasusnya mungkin parah.

“kesepakatan fiskal skala besar dalam waktu singkat yang akan membantu mengurangi tekanan pada suku bunga riil, mengangkat logam mulia dalam prosesnya,” kata TD Securities dalam sebuah catatan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here