Stimulus AS Belum Jelas, Harga Minyak Rontok

Pengeboran minyak bumi lepas pantai. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga minyak jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Presiden AS Donald Trump memupuskan harapan untuk paket stimulus berikutnya guna meningkatkan ekonomi yang dihantam Virus Corona. Kondisi ini diperberat lagi karena persediaan minyak mentah AS naik dalam seminggu terakhir.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember berkurang 66 sen atau 1,6 persen, menjadi menetap pada 41,99 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November merosot 72 sen atau 1,8 persen, menjadi ditutup di 39,95 dolar AS per barel.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan dia tidak optimis bahwa kesepakatan komprehensif dapat dicapai pada bantuan keuangan COVID-19 lebih lanjut dan bahwa Pemerintahan Trump mendukung pendekatan yang lebih sedikit demi sedikit.

“Trump menarik diri dari negosiasi bantuan menghasilkan banyak ketidakpastian tentang ekonomi,” kata Kepala Penelitian Komoditas BNP Paribas, Harry Tchilinguirian.

Harga minyak juga terpukul oleh peningkatan persediaan minyak mentah AS yang sedikit lebih besar dari perkiraan. Persediaan minyak mentah naik 501.000 barel pekan lalu, data pemerintah menunjukkan, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 294.000 barel.

Sementara itu stok bensin turun 1,4 juta barel dalam sepekan menjadi 226,8 juta barel, terendah sejak November, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 471.000 barel. Stok distilasi turun 962.000 barel, sejalan dengan ekspektasi .

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here