Benarkah Dunia Properti Bergairah Setelah Pengesahan UU Cipta Kerja? Ini Jawabannya

IMB
Pameran Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Jumat (2/8). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Kebijakan sejumlah pemerintah daerah menekan angka penularan COVID-19 dengan melakukan berbagai pembatasan di segala bidang telah memukul sektor usaha termasuk properti.

Padahal di sektor properti ini terdapat 174 industri ikutan. Mulai dari industri bahan bangunan sampai perabot rumah tangga dengan perkirakan jumlah tenaga yang terserap mencapai 30 juta tenaga kerja lebih.

Bahkan di saat ekonomi normal tahun 2019 untuk skala Provinsi Jakarta saja sektor properti menyumbang sekitar Rp32,3 triliun terhadap PDB atau 17,61 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Itu belum dihitung kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Namun apakah sektor properti ini akan terus-menerus tiarap dengan wabah yang masih belum ada tanda-tanda mereda di Indonesia. Kenyataannya diyakini tidak demikian.

Ketua Umum Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Totok Lusida mengatakan anggotanya dengan berbagai inovasi di bidang teknologi digital terus berupaya bangkit.

Terbukti beberapa sektor properti terutama yang bergerak di sub sektor hunian mulai melakukan serah terima unit kepada konsumen. Bahkan beberapa pengembang besar di koridor timur dan barat Jakarta beramai-ramai
​​​​​​merampungkan proyeknya.

Inovasi ini tidak hanya di bidang pemasaran yang memanfaatkan layanan digital agar pembeli dan penjual tidak perlu bertemu langsung. Namun juga memberikan keringanan dan fasilitas dalam hal bertransaksi melalui kerja sama dengan perbankan.

Bertemu secara fisik memang tidak bisa dihindari seperti konsumen melakukan kunjungan ke proyek untuk melihat langsung lokasi. Namun untuk hal-hal lain dapat dilaksanakan melalui dunia digital.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here