Indonesia Resmi Mulai Proses Merger 3 Bank Syariah BUMN

Ilustrasi perbankan syariah. Foto: Istimewa

Indonesiainside,.id, Jakarta – Indonesia resmi memulai proses penggabungan tiga bank syariah milik pemerintah, yakni BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah, menjadi satu bank syariah besar.

Ketua Tim Project Management Office dan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi mengatakan tujuan merger tiga bank syariah ini agar Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia memiliki bank syariah yang besar dan berdaya saing di tingkat global.

Selain itu, proses merger ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Dia mengatakan proses merger saat ini baru memasuki tahap Conditional Merger Agreement (CMA) atau kesepakatan awal untuk merger. “Jadi hari ini belum merger, hanya pintu gerbang menuju merger,” jelas Hery, dalam konferensi pers virtual, Selasa.

Hery menjelaskan proses selanjutnya berupa pengumuman proses merger pada tanggal 20 atau 21 Oktober mendatang, kemudian pengurusan izin merger ke OJK dan pasar modal.

“Pada Februari 2021 akan ada legal merger sebagai proses penggabungan tiga bank syariah secara resmi,” ungkap Hery.

Hery menjelaskan dalam proses merger ini nantinya Bank BRI Syariah akan menjadi bank survivor atau entitas yang menerima penggabungan 3 bank syariah tersebut. Alasan penunjukan Bank BRI Syariah sebagai bank survivor karena bank tersebut merupakan satu-satunya bank syariah BUMN yang sudah melantai di bursa saham.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here