BPS: Kinerja Ekspor Naik 6,97 persen

Situasi arus masuk barang di pelabuhan. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan kinerja ekspor Indonesia pada September naik 6,97 persen secara bulanan menjadi USD14,01 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan peningkatan ini karena adanya pertumbuhan pada ekspor migas sebesar 17,43 persen secara bulanan menjadi USD0,7 miliar, kemudian ekspor nonmigas tumbuh 6,47 persen menjadi USD13,31 miliar.

“Ini kabar menggembirakan karena ekspor naik baik migas maupun nonmigas,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis.

Sementara itu, bila dilihat secara tahunan, masih terjadi penurunan ekspor sebesar 0,51 persen dari USD14,08 miliar.

Ini terjadi karena penurunan ekspor migas sebesar 12,44 persen sementara ekspor nonmigas secara tahunan tumbuh 0,21 persen.

Namun, penurunan ini sangat tipis, sehingga total ekspor pada September hampir menyamai total ekspor pada September tahun lalu, sebelum pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan di bulan-bulan berikutnya ekspor naik baik secara bulanan maupun tahunan,” imbuh dia.

Sektor yang mengalami kenaikan ekspor menurut Suhariyanto adalah pertanian, baik secara tahunan maupun bulanan.

Secara bulanan terjadi peningkatan sebesar 20,84 persen.

Komoditas yang mengalami pertumbuhan ekspor adalah produk hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan tahunan, kopi, lada, serta udang hasil tangkap.

Sementara secara tahunan ekspor pertanian tumbuh 16,22 persen akibat meningkatnya ekspor sarang burung walet, udang hasil tangkap, sayuran, cengkeh, dan lada hitam.

Ekspor industri pengolahan juga meningkat baik secara bulanan sebesar 7,37 persen dan secara tahunan 6,61 persen, ujar Suhariyanto.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here