Indonesia Masih Tergantung Impor asal China

Aktivitas bongkar muat
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan peti kemas ekspor Impor Jakarta International Container Terminal. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan Indonesia masih sangat tergantung impor barang-barang dan produk asal China dengan jumlah impor pada September sebesar USD3,51 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan nilai impor tersebut setara 33,73 persen dari total impor pada bulan September yang sebesar USD11,57 miliar. “Impor Indonesia asal China pada bulan September ini meningkat USD148,6 juta dari bulan Agustus,” ujar Suhariyanto.

Selain China, Indonesia juga banyak mengimpor barang dan produk asal Jepang dengan total impor USD0,77 miliar pada September ini atau setara 7,38 persen dari total impor. Impor Indonesia asal Jepang pada bulan ini meningkat USD208,3 juta dari bulan Agustus.

Kemudian, Singapura menjadi negara terbesar ketiga asal impor Indonesia pada bulan September dengan nilai impor USD0,62 miliar atau 5,94 persen dari total impor. “Impor asal Singapura juga meningkat USD62,5 juta dari bulan Agustus,” kata dia.

Sementara itu, berdasarkan jenis barang yang paling banyak diimpor Indonesia pada September adalah mesin dan peralatan mekanis sebesar USD1,76 miliar, meningkat 6,28 persen dari Agustus yang sebesar USD1,65 miliar.

Volume impor kelompok barang ini juga meningkat dari 229 ribu ton pada Agustus menjadi 240,5 ribu ton pada September. Suhariyanto menambahkan Indonesia juga banyak mengimpor mesin dan perlengkapan elektrik pada September dengan total nilai USD1,68 miliar meningkat 5,07 persen dari nilai USD1,6 miliar pada Agustus.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here