Harga Minyak Turun Pada Akhir Perdagangan

Ilustrasi harga minyak

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga minyak turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik dari keuntungan dua hari beruntun sebelumnya, karena penguncian atau lockdown di sejumlah negara Eropa untuk membendung lonjakan infeksi COVID-19, sehingga meredupkan prospek pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember melemah 16 sen atau 0,4 persen, menjadi menetap di 43,16 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun delapan sen atau 0,2 persen, menjadi berakhir di 40,96 dolar AS per barel.

Di awal sesi kedua kontrak turun lebih dari satu dolar per barel.

Para pedagang mengatakan harga memangkas kerugian awal setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan kenaikan permintaan minyak bumi AS pekan lalu, yang membantu mengurangi stok minyak mentah. Sementara persediaan distilasi turun terbesar sejak 2003 karena Badai Delta memotong produksi minyak dan menutup kilang-kilang Gulf Coast.

“Laporan (EIA) menghentikan penurunan (harga), yang mengancam akan berubah menjadi longsoran salju pagi ini,” kata Robert Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.

Di Eropa, beberapa negara menghidupkan kembali jam malam dan penguncian untuk melawan lonjakan kasus baru virus corona, dengan Inggris memberlakukan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di London pada Jumat.

“Lonjakan virus corona memaksa Eropa mengaktifkan kembali pembatasan pandemi dan itu … melumpuhkan perkiraan permintaan minyak mentah jangka pendek,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York. “Permintaan lesu akan memaksa (OPEC+) untuk menunda pelonggaran pengurangan produksi minyak.”

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here