Nilai Tukar Dolar Melonjak Antisipasi Risiko

dolar as dan yen
Mata uang dolar AS dan Yen Jepang. Foto: Antara.

Indonesiainside.id, Jakarta – Nilai tukar dolar AS melonjak terhadap sejumlah mata uang utama lainnya bersama dengan safe-haven yen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena tanda-tanda ekonomi AS terhenti sementara stimulus fiskal tampaknya tidak mungkin terjadi sebelum pemilihan presiden AS, membuat investor bersikap menghindari risiko.

Dolar menguat ketika ekuitas AS turun di tengah data yang menunjukkan pemulihan pasar kerja kehilangan tenaga, sementara aktivitas manufaktur di New York turun lebih besar dari yang diantisipasi.

Klaim pengangguran mingguan naik menjadi 898.000, bertambah 53.000 dari minggu sebelumnya dan di atas perkiraan 825.000. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan kerusakan permanen pada pasar tenaga kerja.

Dolar Australia mencapai level terendah dua minggu pada Kamis (15/10/2020) setelah kepala bank sentral mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran moneter, sementara sentimen penghindaran risiko (risk-off) membuat dolar AS didukung dan sebagian besar mata uang utama lainnya dalam posisi defensif.

Setelah mengatakan kesepakatan stimulus sebelum pemilihan 3 November akan sulit, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan dia akan terus berusaha mencapai kesepakatan tentang bantuan virus corona dengan Ketua DPR Nancy Pelosi sebelum tanggal itu.

“Masih ada banyak jarak antara semua pihak yang memiliki peran untuk bermain dalam kesepakatan dan asumsi pasar bahwa kesepakatan akan datang lebih cepat daripada nanti sedang ditantang,” kata manajer portofolio Keith Buchanan dari Global Investments di Atlanta, Georgia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here