Sri Mulyani Yakin Surat Utang Indonesia Masih Laku di Pasar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati . Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini Indonesia memiliki akses terhadap pasar dalam menyerap surat berharga negara (SBN) untuk pembiayaan COVID-19.

Keyakinan penyerapan surat utang negara ini meski sempat ada kepanikan pelaku pasar pada April dan Juni 2020.

“Meski dalam situasi seperti itu Indonesia dengan reputasi yang baik, kami masih memiliki akses terhadap pasar,” katanya dalam CNBC Debate on Global Economy secara virtual di Jakarta, Jumat.

Menurut Menkeu, meski memasuki pasar keuangan saat terjadi turbulensi akibat pandemi COVID-19, namun SBN pemerintah masih diserap investor karena menawarkan bunga yang menarik.

Adapun imbal hasil SBN tenor 10 tahun adalah sebesar 6,9 persen per 1 Oktober 2020.

Menkeu melanjutkan saat ini pemerintah juga bekerja sama dengan pelaku pasar keuangan dalam negeri dan juga Bank Indonesia (BI) Keterlibatan bank sentral dalam membeli SBN pemerintah di pasar perdana karena membutuhkan pembiayaan yang luar biasa besar dan dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya atau unprecedented.

“BI juga bisa membeli SBN pemerintah di pasar perdana tanpa menciptakan kesan bahwa kami akan mengancam independensi BI. Ini unprecedented, kami butuh banyak komunikasi, dalam waktu yang sama mendesain kebijakan apa yang tepat,” katanya.

Meski begitu, Menkeu memastikan kebijakan itu dilakukan secara hati-hati dan tidak sembarangan serta transparan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here