Gara-gara Virus Corona, Nasib Keuangan Pensiunan Tambah Merana

Ilustrasi.

indonesiainside.id, Jakarta – Mercer CFA Institute Global Pension Index dalam studinya menyatakan bahwa dampak ekonomi yang luas dari pandemi COVID-19 telah menambah tekanan finansial yang dihadapi pensiunan, baik saat ini maupun di masa depan.

Dalam konferensi virtual yang diselenggarakan Selasa,  Presiden Direktur Mercer Indonesia Bill Johnston menjelaskan dengan meningkatnya usia harapan hidup dan tekanan publik untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan populasi usia lanjut, COVID-19 memperburuk kondisi pensiun.

Bill menilai resesi ekonomi akibat krisis kesehatan global telah menyebabkan penurunan kontribusi pensiun, imbal hasil investasi yang lebih rendah, dan peningkatan utang pemerintah di hampir semua negara.

“Ini akan berdampak pada sistem pensiun di masa mendatang, yang berarti sebagian orang harus bekerja lebih lama dan sebagian orang lainnya harus puas dengan standar hidup yang lebih rendah saat pensiun,” kata Bill Johnston.

Menurut dia, sangat penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan sistem pensiun demi memastikan hasil jangka panjang yang lebih baik bagi pensiunan.

Berdasarkan Indeks Pensiun Global 2020, sistem pensiun Indonesia di grade C menempati peringkat keempat di Asia dan ke-30 secara global dengan nilai indeks 51,4.

Sementara itu, Belanda dan Denmark yang berada di peringkat pertama dan kedua di grade A, menjadi dua negara teratas yang memiliki sistem pensiun paling baik.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here