Produk Makanan Halal Indonesia Belum Masuk 10 Besar Dunia

Produk halal

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyebut produk makanan halal Indonesia belum masuk 10 besar dunia berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy 2019-2020.

“Tantangan terbesar sertifikasi halal bagi UMKM saat ini adalah biaya mengaksesnya,” katanya dalam peluncuran program digitalisasi pemasaran dan manajemen produk halal bagi UMKM secara virtual di Jakarta, Selasa (20/10).

Akibatnya, lanjut dia, hanya usaha menengah dan besar yang memiliki kecukupan modal, mampu mendapatkan sertifikasi halal.

Kondisi itu, kata dia, berbeda dibandingkan industri pariwisata halal yang berada di urutan empat, industri fesyen muslim di peringkat tiga dan keuangan syariah di peringkat lima.

“Tapi alhamdulillah melalui UU Cipta Kerja, sertifikasi halal bagi usaha mikro kecil tanpa biaya alias gratis,” imbuhnya.

Menkop menambahkan pelaku usaha mikro kecil menyambut upaya relaksasi kemudahan perizinan tersebut khususnya jaminan produk halal di level usaha mikro, mengingat 60 persen dari sekitar 64 juta pelaku UMKM ada di sektor makanan dan minuman.

Teten menambahkan industri halal merupakan salah satu industri yang berkembang di dunia yang pada 2018 nilainya mencapai 2,2 triliun dolar AS dengan laju pertumbuhan mencapai 5,2 persen per tahun.

Selama 2014-2019, lanjut dia, sertifikasi halal mampu meningkatkan omzet usaha yakni rata-rata 8,53 persen melalui survei yang dilakukan Kemekop dan UKM.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here