Amerika Gugat Google, Kebangetan Monopolinya

Logo Google

Indonesiainside.id, Jakarta – Departemen Kehakiman Amerika menggugat anti-monopoli terhadap Google, yang diduga telah melanggar hukum federal dengan menggunakan posisi dominannya di pasar untuk membungkam persaingan.

Dalam gugatan hari Selasa itu (20/10), Departemen Kehakiman Amerika menuduh Google telah menyalahgunakan posisi dominannya untuk mempertahankan monopoli pencarian informasi secara online dan juga iklan-iklan pencarian.

Para pejuang hak-hak konsumen dan anggota Kongres telah sejak lama menuduh Google menyalahgunakan posisi dominannya di pasar untuk menekan kompetisi, meningkatkan keuntungan dan merugikan konsumen.

Gugatan yang diajukan di pengadilan federal di Washington itu dapat menjadi yang pertama dari banyak langkah anti-monopoli lain yang signifikan terhadap kalangan perusahaan teknologi di Silicon Valley. Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal TRC saat ini juga sedang menyelidiki Apple, Amazon dan Facebook, lansir laman VOA News, Rabu(21/10).

Seorang penasihat ekonomi senior Presiden Trump mengatakan dua tahun lalu bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengkaji apakah mesin pencari Google seharusnya diatur oleh pemerintah.

Trump telah berulangkali mengkritik Google dan mempromosikan klaim-klaim kelompok konservatif yang tidak berdasar bahwa perusahaan itu telah menekan sudut pandang konservatif, mencampuri pemilu presiden Amerika dan lebih mengutamakan kolaborasi dengan militer China dibanding dengan Departemen Pertahanan Amerika.

Google menyebutkan telah menguasai sekitar 90% pasar pencarian informasi lewat internet di dunia, yang merupakan buah daril produk yang lebih disukai miliaran pengguna setiap hari. Perusahaan yang berkantor di California itu sudah mempersiapkan diri menghadapi gugatan hukum itu dan diperkirakan akan bertindak agresif menentang segala upaya untuk memaksanya mengubah layanan itu pada bisnis individu.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here