Jelang Pilpres Dolar AS Malah Loyo

uang dolar
Ilustrasi uang dolar. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Dolar AS melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencapai level terendah satu bulan terhadap sekeranjang mata uang utama, ketika investor menunggu hasil pembicaraan stimulus fiskal menjelang pemilihan presiden AS dan kasus virus corona melonjak di Eropa.

Indeks dolar turun untuk hari kedua, dengan mata uang safe-haven mencapai 92,991, terendah sejak 21 September, saat Ketua DPR Nancy Pelosi optimistis bahwa Demokrat dapat mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Trump tentang bantuan tambahan COVID-19 yang bisa didapat awal bulan depan.

Euro, terakhir menguat 0,49 persen, mencapai tertinggi satu bulan 1,184 dolar terhadap greenback, setelah melemah 0,1 persen menjadi 1,17600 dolar di awal perdagangan London.

“Anda harus memikirkan pelemahan dolar AS sebagai perlengkapan yang mungkin lebih tahan lama,” kata Yousef Abbasi, ahli strategi pasar global di StoneX.

Sementara pembicaraan stimulus fiskal menemui jalan buntu, investor memperkirakan dapat melampaui pemilihan 3 November, katanya.

“Kisah stimulus paling optimis adalah kisah stimulus ‘gelombang biru’: Biden mendapatkan Gedung Putih, Senat berubah menjadi Demokrat, dan boom, kami membuka 4 triliun hingga 5 triliun dolar AS dalam pembelanjaan pada 2021, terkait dengan stimulus, beberapa inisiatif Biden tentang infrastruktur, energi hijau dan hal-hal semacam itu,” ujarnya.

Sementara pasar yakin bahwa kemenangan Biden akan menghasilkan lebih banyak stimulus fiskal, investor juga waspada terhadap hasil pemilu yang berpotensi digugat yang dapat meningkatkan daya tarik safe-haven greenback.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here