Pemerintah Kucurkan Rp3,3 Triliun untuk Dana Hibah Pariwisata, Siapa Saja yang Menikmatinya?

BALI, INDONESIA - 3 MARET: Pemandangan Pantai Jimbaran terlihat sepi dari turis pada 3 Maret 2020 di Bali, Indonesia. Virus corona baru telah mempengaruhi sektor pariwisata di banyak negara, termasuk Indonesia. ( Mahendra Moonstar - Anadolu Agency )

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyatakan pemerintah mengucurkan dana hibah khusus pariwisata senilai Rp3,3 triliun untuk membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha di sektor tersebut.

“Dalam rangka menekan dampak COVID-19 dan upaya menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya pada sektor pariwisata, pemerintah telah menyiapkan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata Wishnutama di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (21/10).

Dana hibah tersebut ditujukan untuk membantu pemerintah daerah serta industri, hotel dan restoran yang saat ini sangat mengalami penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gangguan finansial akibat pandemi COVID-19.

“Hibah pariwisata ini merupakan hibah dana tunai melalui mekanisme transfer ke daerah yang ditujukan kepada pemda serta usaha sektor pariwisata seperti hotel dan restoran di 101 daerah kabupaten kota yang berdasarkan beberapa kriteria,” tambah Wishnutama.

Kriteria-kriteria yang dimaksud adalah merupakan ibu kota dari 34 provinsi yang berada di 10 destinasi pariwisata prioritas dan 5 destinasi super prioritas.

“Selanjutnya daerah yang termasuk¬†100 calender of event, destinasi¬†branding¬†juga daerah dengan pendapatan dari pajak hotel dan pajak restoran minimal minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019,” ungkap Wishnutama.

Hibah pariwisata akan dilakukan melalui mekanisme transfer ke daerah sebesar 70 persen untuk hotel dan restoran berdasarkan data realisasi Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) tahun 2019 di pemerintah daerah masing-masing serta 30 persen untuk daerah yang digunakan sebagai bagian dalam penanganan dampak ekonomi dan sosial akibat COVID-19 terutama pada sektor pariwisata.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here