Aset Perbankan Sumbar Tumbuh Rp1,10 Triliun

Indonesiainside.id, Padang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat di tengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) total aset perbankan di Sumatera Barat mengalami peningkatan Rp1,10 triliun atau bertambah 1,78 persen.

“Pandemi Covid-19 mempengaruhi hampir semua sendi kehidupan tak terkecuali dengan industri jasa keuangan, namun kinerja industri perbankan di Sumbar selama setahun terakhir tetap mengalami pertumbuhan positif,” kata Kepala OJK perwakilan Sumbar Misran Pasribu di Padang, Jumat(23/10).

Ia menyebutkan pada Agustus 2019 total aset perbankan Sumbar mencapai Rp61,84 triliun dan pada Agustus 2020 naik menjadi Rp62,94 triliun.

Peningkatan total aset tersebut dikarenakan meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2,82 triliun atau 4,56 persen dari Rp45,74 triliun menjadi sebesar Rp48,56 triliun.

Namun peningkatan DPK tersebut belum optimal disalurkan menjadi kredit, tercermin dari peningkatan kredit yang disalurkan hanya Rp840 miliar atau dari Rp53,30 triliun menjadi Rp54,14 triliun.

Pada sisi lain kinerja Industri Perbankan Sumbar mengalami kontraksi pada kinerja volume Usaha yang mengalami penurunan sebesar Rp3,88 triliun dari Rp66,82 triliun pada posisi Desember 2019.

“Begitu juga untuk pertumbuhan kinerja kredit yang diberikan, secara year to date jumlah kredit yang diberikan stagnan atau tidak tumbuh,” kata dia.

Akan tetapi ia melihat perlambatan kinerja disebabkan karena adanya pademi Covid-19 dan lebih baik dari kinerja kredit yang diberikan perbankan secara nasional yang tercatat mengalami penurunan sebesar minus 1,52 persen.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here