Harga Emas Terpeleset

Ilustrasi logam mulia. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Emas berjangka anjlok hampir 25 dolar AS per ounce pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan, dengan daya tarik logam semakin terbebani oleh dolar yang lebih kuat dan keraguan atas paket stimulus AS sebelum pemilihan presiden.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun tajam 24,9 dolar AS atau 1,29 persen menjadi ditutup pada 1.904,60 dolar AS per ounce.

Pada Rabu (21/10/2020), emas berjangka bertambah 14,1 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1.929,50 dolar AS, setelah naik 3,7 dolar AS atau 0,19 persen menjadi 1.915,40 dolar AS pada Selasa (20/10/2020), dan menguat 5,3 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.911,70 dolar AS pada Senin (19/10/2020).

“Jumlah klaim pengangguran, yang jauh lebih baik dari yang diperkirakan, menekan emas,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, menambahkan bahwa “jenis angka yang lebih baik menghilangkan beberapa urgensi untuk menyelesaikan kesepakatan stimulus sekarang.”

Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (22/10/2020) menunjukkan klaim pengangguran awal AS turun 55.000 menjadi 787.000 dalam pekan yang berakhir 17 Oktober, lebih baik dari yang diharapkan.

Sebuah survei Reuters memperkirakan 860.000 klaim dalam seminggu terakhir.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here