Harga Emas Naik Tipis

Ilustrasi emas

Indonesiainside.id, Jakarta – Emas naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound dari penurunan tajam sehari sebelumnya, ditopang dolar AS yang melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya dan kesepakatan stimulus baru AS sebelum pemilihan presiden 3 November yang tetap tidak pasti.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, naik tipis hanya 0,6 dolar AS atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada 1.905,20 dolar AS per ounce. Emas berjangka turun untuk minggu kedua berturut-turut, kurang dari 0,1 persen.

Pada Kamis (22/10/2020), emas berjangka turun tajam 24,9 dolar AS atau 1,29 persen menjadi 1.904,60 dolar AS, setelah bertambah 14,1 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1.929,50 dolar AS pada Rabu (21/10/2020), dan naik 3,7 dolar AS atau 0,19 persen menjadi 1.915,40 dolar AS pada Selasa (20/10/2020).

“Pergerakan emas benar-benar mencerminkan dolar pada saat ini,” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di BMO. Emas berada dalam kisaran “bergolak” 1.890-1.930 dolar AS dengan setiap penurunan ke dasar naik kembali, tambahnya.

“Lonjakan awal emas (dan dolar sedikit lebih rendah) disebabkan oleh hasil debat presiden terakhir yang tidak mungkin membuat perbedaan dalam hasil pemilihan, dengan (kandidat Demokrat Joe) Biden dengan nyaman berada di depan.”

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here