Kurs Dolar AS Menguat, Ini Penyebabnya

mata uang dolar
Ilustrasi mata uang dolar. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Dolar mendapat dukungan pada Senin (26/10) pagi, karena melonjaknya kasus virus corona di Eropa dan Amerika Serikat dan kurangnya kemajuan menuju paket stimulus AS membuat para pedagang bersikap hati-hati, meskipun harapan untuk kesepakatan perdagangan Brexit tetap stabil.

Terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, greenback diperdagangkan antara stabil dan sedikit lebih kuat di awal sesi perdagangan Asia, melayang di sekitar kisaran tengah yang telah dipegangnya selama berbulan-bulan.

Terhadap dolar Australia dan dolar Selandia Baru yang sensitif terhadap risiko, dolar AS menguat sekitar 0,1 persen. Namun, sterling naik tipis menjadi 1,3046 dolar AS.

Amerika Serikat telah mencatat jumlah kasus baru COVID-19 tertinggi selama dua hari berturut-turut, sementara Italia telah memerintahkan restoran dan bar tutup pada pukul 18.00, saat gelombang baru infeksi melanda Eropa.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan pada Minggu (25/10/2020) bahwa dia mengharapkan tanggapan Gedung Putih pada Senin mengenai rencana pengeluaran stimulus terbaru – tetapi ada beberapa tanda nyata bahwa kesepakatan yang lama terhenti itu sebenarnya makin dekat.

“Kombinasi dari surutnya harapan untuk kesepakatan fiskal pra-pemilihan dan berita tentang COVID serta kemungkinan lockdown yang lebih ketat sudah cukup untuk menggigit pasar saham,” kata Ray Attrill, kepala strategi valas di National Australia Bank.

Dia mengatakan penurunan dalam S&P 500 berjangka telah meluas ke pasar mata uang, di mana para pedagang juga dalam suasana hati-hati menjelang pemilihan AS pada 3 November.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here