Pemerintah Minta Ekspor Tekstil ke Turki Ditingkatkan

Tekstil

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan terus mendorong peningkatan ekspor produk tekstil ke Turki karena negara tersebut jadi mitra penting bagi industri tekstil dalam negeri untuk bisa masuk rantai pasok global.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Marthin Kalit dalam webinar “Ekspor Produk Tekstil Indonesia ke Turki: Tantangan dan Peluang” di Jakarta, Selasa, mengatakan pasar Turki memiliki potensi cukup besar bagi industri tekstil Indonesia karena dua hal.

“Pertama, posisi Turki membentang dari tenggara Eropa sampai ke Asia Barat sehingga negara ini menjadi hub yang penting untuk menembus pasar Timur Tengah dan bahkan Afrika bagian utara,” katanya.

Alasan kedua, yakni Turki merupakan produsen tekstil dan garmen utama dunia. Negara tersebut merupakan pemasok keenam terbesar dunia dan ketiga di Eropa.

“Dengan demikian, eksportir Indonesia bisa jadi pemasok bahan baku atau intermediate goods sehingga bisa masuk ke dalam rantai nilai pasok Turki,” katanya.

Marthin mengungkapkan, serat staple buatan merupakan salah satu produk ekspor terbesar Indonesia ke Turki pada 2019 dengan nilai 366 juta dolar AS. Ada pun pada periode Januari-Agustus 2020, nilai ekspor produk tekstil Indonesia ke Turki mengalami penurunan signifikan sebesar 49,79 persen yoy dengan nilai 168,9 juta dolar AS.

Sayangnya, meski potensinya gemilang, pasar Turki merupakan pasar yang cukup menantang. Turki hanya mengikatkan 50,5 tarif bea masuk impornya kepada WTO. Dari keseluruhan pos tarif negara tersebut, 43 persen diantaranya merupakan produk industri.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here