Indonesia Undang Amerika Serikat Berinvestasi di Pulau Natuna

Presiden RI Joko Widodo (kiri) menerima kunjungan Menlu AS Mike Pompeo, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesiainside.id, Bogor – Indonesia mengundang Amerika Serikat (AS) untuk lebih banyak berinvestasi di Indonesia, termasuk pulau-pulau terluar, seperti Pulau Natuna.

“Saya mendorong bisnis AS untuk lebih banyak berinvestasi di Indonesia, termasuk di pulau-pulau terluar, seperti Pulau Natuna,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menyambut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, Kamis (29/10).

Pulau Natuna adalah salah satu pulau terluar di Indonesia yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

Potensi di kawasan ini mulai dari perikanan hingga minyak dan gas. Kawasan Laut China Selatan ini menjadi salah satu pusat ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Kunjungan Pompeo ke Indonesia bagian dari lawatannya ke empat negara Asia antara 25-30 Oktober. Pompeo juga akan berkunjung ke India, Sri Lanka dan Maladewa.

“Kami menghargai kunjungan di tengah masa pandemi. Ini mencerminkan komitmen kuat untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia,” ujar Menteri Retno.

Indonesia dan Amerika Serikat menurut Menteri Retno sepakat mempererat kerja sama ekonomi, khususnya memperkuat rantai pasokan global dan pemulihan ekonomi.

Indonesia menggarisbawahi pentingnya fasilitas Generalized System of Preference (GSP), sebuah program dari Amerika Serikat untuk membebaskan bea tarif beberapa komoditas dari negara-negara berkembang.

Menteri Pompeo mengakui Amerika Serikat perlu meningkatkan investasi di Indonesia terutama bidang teknologi digital, energi, dan sektor infrastruktur. “Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu mewujudkannya,” ujar dia.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here