Ryanair Tenggelam Dalam Badai Virus Corona

Maskapai Ryanair

Indonesiainside.id, Jakarta – Maskapai Irlandia berbiaya murah mengatakan pada hari Senin bahwa keuangan mereka merosot ke posisi merah pada paruh pertama tahun keuangannya karena dampak virus corona dan memperingatkan lebih banyak kerugian yang akan datang.

Ryanair membukukan kerugian 197 juta euro ($ 230 juta) dalam enam bulan pertama tahun ini, yang kontras dengan laba bersih tahun sebelumnya sebesar 1,15 miliar euro, kata manajemen perusahaan dalam pernyataan.

Maskapai yang berbasis di Dublin itu memperingatkan bahwa pihaknya “memperkirakan akan mencatat kerugian yang lebih tinggi” pada paruh kedua tahun fiskal 2020-2021 saat ini, meskipun biaya turun dan neraca lebih kuat.

“COVID-19 menghentikan seluruh armada grup dari pertengahan Maret hingga akhir Juni karena pemerintah UE memberlakukan larangan terbang atau perjalanan dan penguncian populasi yang meluas,” kata maskapai itu.

Pandemi COVID-19 menghancurkan permintaan untuk perjalanan udara dan memicu gejolak ekonomi besar yang membuat maskapai penerbangan global berjuang untuk bertahan hidup.

Ryanair mengatakan lalu lintas turun sekitar 80% menjadi 17,1 juta penumpang pada periode pelaporan, dibandingkan dengan 86 juta pada tahun sebelumnya.

Pendapatan merosot 78% menjadi 1,2 miliar euro, yang hampir semuanya diperoleh pada kuartal kedua setelah kembali melayani penerbangan pada awal Juli.

Namun, sektor penerbangan sekarang sangat terguncang dari gelombang kedua mematikan virus corona, yang telah memicu pembatasan perjalanan baru, aturan karantina dan penguncian.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here