Emas Kembali Menguat Akibat Ketidakpastian Hasil Pilpres Amerika

Emas Antam. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Emas menguat pada akhir-akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), kembali bertengger di atas 1.900 dolar dan mencatat kenaikan untuk hari ketiga beruntun, saat greenback tergelincir dan ambiguitas mengenai hasil pemilihan presiden Amerika mendorong investor mencari perlindungan pada logam safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, bertambah 17,9 dolar AS atau 0,95 persen menjadi ditutup pada 1.910,4 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (2/11/2020), emas berjangka terangkat 12,6 dolar AS atau 0,67 persen menjadi 1.892,50 dolar AS

Akhir pekan lalu (30/10/2020), emas berjangka juga menguat 11,9 dolar AS atau 0,64 persen menjadi 1.879,90 dolar AS, setelah merosot 11,2 dolar AS atau 0,6 persen menjadi 1.868 dolar AS pada Kamis (29/10/2020), dan anjlok 32,7 dolar AS atau 1,71 persen menjadi 1.879,2 dolar AS pada Rabu (28/10/2020).

“Satu-satunya pendorong dibalik harga emas adalah kemungkinan besar akan terjadi kekacauan seputar pemilihan umum AS, dari prediksi tidak memiliki presiden malam ini,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Terlepas dari keunggulan konsisten Joe Biden dari Partai Demokrat dalam jajak pendapat nasional, kontes ini akan segera berakhir di negara bagian-negara bagian mengambang, dan mungkin perlu beberapa hari sebelum hasilnya diketahui karena penundaan penghitungan suara.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here