Akar Pohon Mati Jadi Rezeki Di tangan Pengrajin Pekanbaru

Ali Imran pengrajin Sahabat Akar. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Akar pohon mati seakan bernyawa lagi di tangan sejumlah warga Kota Pekanbaru yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. Mereka yang sempat berstatus pengangguran, kini bangga disebut perajin “Sahabat Akar”.

Sebuah rumah sederhana di ujung jalan aspal di pinggiran Kota Pekanbaru, pada awal November 2020, terlihat penuh oleh akar pohon beragam bentuk. Puluhan akar itu berdiri tegak namun terbalik, dan cabang-cabangnya sekilas menyerupai tentakel gurita yang mengacung ke atas.

Ada yang tingginya setengah meter kini menjadi meja dengan alas kaca. Sedangkan yang lainnya setinggi 1,5 meter sampai dua meter, sudah berubah menjadi rak untuk pot tanaman hias.

Pemilik rumah itu adalah Ali Imran, ketua Rukun Warga (RW) dan sekaligus motor penggerak kerajinan Sahabat Akar. Rumahnya kini jadi bengkel dan galeri untuk kerajinan unik itu.

Ali bersama dua tetangganya, Toni dan Sophian Hadi meluangkan waktu untuk wawancara di sela kesibukan mereka menyelesaikan 10 pesanan pot bunga dari akar pohon.

Tangan mereka terlihat sibuk menghaluskan kayu dengan amplas. Butiran-butiran kayu terlihat berterbangan di udara.

“Sahabat Akar muncul waktu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di bulan April karena ada wabah Virus Corona. Waktu itu saya kehilangan pekerjaan,” kata Ali Imran, dilansir Antara.

Diasebelumnya berprofesi sebagai wiraswasta yang mengharapkan kerja apa saja dari para kontraktor di Pekanbaru. Akibat wabah Covid-19 sampai ke Riau, semua proyek dihentikan sementara karena ada PSBB.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here