Sri Mulyani: Kondisi Terburuk Ekonomi Indonesia Telah Terlewati

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Samuel Corum - Anadolu Agency)

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kondisi terburuk perekonomian Indonesia telah terlewati pada kuartal kedua lalu dan mulai membaik pada kuartal ketiga setelah kontraksi ekonomi di kuartal tersebut membaik dari minus 5,32 persen menjadi minus 3,49 persen secara tahunan.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dibandingkan dengan kuartal kedua juga sudah tumbuh positif 5,05 persen.

“Ini menunjukkan proses pemulihan ekonomi dan pembalikan arah dari aktivitas ekonomi nasional menuju arah zona positif,” jelas Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Kamis.

Dia mengatakan seluruh komponen pertumbuhan ekonomi dari pengeluaran maupun produksi mengalami peningkatan yang didorong oleh peran stimulus fiskal dan instrumen APBN dalam penanganan pandemi Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Sri Mulyani mengatakan penyerapan belanja negara terakselerasi di kuartal ketiga dengan pertumbuhan 15,5 persen yang ditopang oleh realisasi bantuan sosial dan dukungan dunia usaha.

Dia menambahkan rilis BPS mengonfirmasi bahwa percepatan realisasi belanja negara yang pesat pada kuartal ketiga telah membantu peningkatan pertumbuhan konsumsi pemerintah menjadi 9,76 persen secara tahunan pada kuartal ketiga.

“Angka ini meningkat tajam dari kuartal kedua lalu yang terkontraksi 6,9 persen secara tahunan,” imbuh Menteri Sri Mulyani.

Selain itu, dia mengataka konsumsi rumah tangga juga mulai menunjukkan tren perbaikan di kuartal ketiga walaupun masih tumbuh minus 4,04 persen, namun relatif membaik dari kuartal kedua yang minus 5,52 persen karena dukungan belanja pemerintah yang meningkat tajam.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here