Akibat Pandemi, Untuk Pertama Kalinya Pemerintah Jepang akan Pangkas Bonus PNS

Warga mengenakan masker melintas di sebuah jalan di Tokyo, Jepang, Minggu (14/6/2020). Xinhua/Du Xiaoyi

Indonesiainside.id, Tokyo– Pemerintah Jepang pada Jumat (6/11) memutuskan akan memangkas bonus bagi pegawai negeri sipil (PNS) mereka untuk tahun fiskal 2020. Langkah ini dilakukan pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir untuk mempersempit kesenjangan dengan perusahaan-perusahaan swasta yang dilanda pandemi Covid-19.

Undang-undang terkait penerapan keputusan itu akan diajukan dalam sidang parlemen luar biasa, yang sekarang sedang berlangsung sampai awal Desember mendatang. Perubahan ini sesuai dengan rekomendasi Otoritas Personalia Nasional Jepang mengingat bonus pegawai di sektor swasta diketahui lebih rendah daripada pegawai negeri sipil di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi tersebut.

Dengan pemberlakuan undang-undang baru ini, bonus tahunan musim panas dan musim dingin untuk PNS Jepang di tahun fiskal 2020 akan setara dengan 4,45 kali gaji bulanan, turun 0,05 kali gaji bulanan dibandingkan tahun fiskal sebelumnya.  Sementara itu, pendapatan tahunan akan berada di angka rata-rata 6,73 juta yen (1 yen = Rp138), turun 21.000 yen.

Menurut sejumlah laporan media lokal, karena PNS di negara itu tidak diizinkan mogok kerja atau melakukan perundingan kolektif, Otoritas Personalia Nasional, atas nama para pegawai tersebut, setiap tahunnya mengusulkan level gaji yang layak kepada kabinet dan perlemen guna memastikan level gaji maupun bonus mereka setara dengan pegawai sektor swasta. (NE/ant/xh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here