Berkah di Saat Pandemi Covid-19, Belajar hingga Panen Cuan dari Saham

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Padang – Sejak 30 menit terakhir mata Firdaus (32) terus mengamati pergerakan angka berwarna hijau, kuning dan merah di layar telepon pintarnya.

Ia sibuk memelototi transaksi perdagangan saham di bursa lewat aplikasi yang sudah diunduh. Sesekali ia tersenyum karena angka berwarna hijau kian dominan yang artinya nilai valuasi portofolio miliknya terus bertambah.

Sejak dua tahun terakhir karyawan swasta itu menyisihkan gajinya Rp100 ribu per bulan untuk nabung saham.

Awal ketertarikannya memilih berinvestasi lewat saham setelah mendapatkan cerita teman kantor bahwa biaya kuliah anaknya dari hasil penjualan sahan yang dibelikan sang bapak sejak si anak bayi.

Ia pun mulai mempelajari bagaimana cara bertransaksi saham, kiat dan tips memilih emiten, kapan harus membeli dan menjual.

Firdaus pun mengikuti Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia cabang Padang.

Setelah itu ia pun mulai bertransaksi dan memilih saham blue chip dengan harapan nilainya akan meningkat dan bisa menjadi sumber pendanaan di masa depan.

Memasuki 2020 nilai portofolio Firdaus terus bertambah, namun memasuki Maret 2020 nilai transaksi di bursa anjlok sebagai imbas pandemi.

Ia mulai sedikit khawatir karena sejumlah saham miliknya mulai mengalami penurunan harga. Namun saat berkonsultasi dengan pihak sekuritas ia dapat saran sebaliknya saat saham anjlok waktu yang tepat untuk membeli karena harga akan kembali naik.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here