Pilpres AS dan Covid-19 Pengaruhi Kejatuhan Harga Minyak

Pengeboran minyak bumi lepas pantai. Foto: antara

Indonesiainside.id, New York – Harga minyak jatuh lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menetap di bawah 40 dolar AS per barel saat meningkatnya kasus virus corona global memicu kekhawatiran tentang permintaan yang lesu dan penghitungan suara yang berlarut-larut dalam pemilihan presiden AS membuat pasar gelisah.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari terpangkas 1,48 dolar AS atau 3,62 persen, menjadi menetap pada 39,45 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember merosot 1,65 dolar AS atau 4,25 persen, menjadi menetap di 37,14 dolar AS per barel.

Namun, untuk minggu ini kedua kontrak melonjak dengan Brent terangkat 5,8 persen, dan minyak mentah AS menguat 4,3 persen.

Prancis melaporkan rekor kasus, meningkatkan kekhawatiran bahwa penguncian tambahan di Eropa dapat membebani permintaan bahan bakar.

Dalam pemilihan AS, kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memimpin atas Presiden Donald Trump di Georgia dan Pennsylvania, semakin dekat untuk memenangkan Gedung Putih ketika beberapa negara bagian terus menghitung suara.

Tiga hari setelah pemungutan suara ditutup, Biden memiliki keunggulan 253 hingga 214 dalam pemungutan suara Electoral College negara bagian demi negara bagian yang menentukan pemenang, menurut Edison Research. Memenangkan 20 suara elektoral Pennsylvania akan menempatkan mantan wakil presiden itu melebihi 270 yang dia butuhkan untuk menang.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here