Mengintip Cara China Cegah Penularan Kala Menggelar Pameran Internasional

Maskot panda "Jinbao" yang mengenakan masker terlihat di National Exhibition and Convention Center (Shanghai) dalam ajang Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) ketiga di Shanghai, China timur, pada 6 November 2020. Foto: xinhua

Indonesiainside.id, Beijing – China menjadi sentral pandemi Covid-19 yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Meski sempat mengalami lockdown di masa-masa awal pandemi, khususnya di Wuhan, namun China kini mulai bangkit.

Bahkan dari laporan yang disampaikan IMF atau bank dunia, ekonomi China menjadi satu-satunya yang tumbuh positif tahun ini selepas pandemi.

Negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9% pada periode Juli – September, dibanding periode sama tahun lalu.

Kendati begitu, jumlah pertumbuhan ekonomi itu lebih rendah dari perkiraan ekonom, yakni sebesar 5,2%.

China sekarang menjadi negara yang memimpin pemulihan ekonomi global berdasar data produk domestik bruto (PDB) terbaru.

“Saya tidak berpikir angka itu buruk,” ujar Iris Pang, kepala ekonom China untuk ING di Hong Kong, dilansir BBC, dikutip Ahad(8/11).

“Lapangan kerja di China cukup stabil sehingga menciptakan konsumsi lebih banyak lagi.”sambungnya.

Perdagangan China juga menunjukkan pemulihan yang baik, dengan ekspor tumbuh 9,9% dan impor nai 13,2% dibanding September tahun lalu.

Tentu bukan hal mudah China mendapatkan hal itu setelah pandemi yang meluluhlantakkan wilayahnya.

Kini meski penularan sudah menurun, China ketat menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas. Termasuk di antaranya adalah aktivitas ekonomi agar negara tetap mendapatkan pemasukan.

Pameran di tengah Pandemi
Salah satu yang bisa dicontoh adalah pelaksaan ajang Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) tahun ini yang ikut terdampak pandemi.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here