Harga Emas Pagi Ini Anjlok 97,3 Dolar AS, Ini Sebabnya

Indonesiainside.id, Chicago – Harga emas merosot hampir lima persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena berita keberhasilan uji coba vaksin COVID-19 tahap akhir pertama mendorong para investor melepas emas yang aman dan berbondong-bondong beralih ke aset-aset berisiko.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, anjlok 97,3 dolar AS atau 4,99 persen menjadi ditutup pada 1.854,40 dolar AS per ounce, kembali terhempas di bawah level pssikologis 1.900 dolar AS per ounce.

Akhir pekan lalu, emas berjangka bertambah 4,9 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.951,70 dolar AS per ounce, setelah melambung 50,6 dolar AS atau 2,67 persen menjadi 1.946,80 dolar AS pada Kamis (5/11/2020), dan merosot 14,2 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1.896,2 dolar AS pada Rabu (4/11/2020).

Ekuitas melonjak setelah perusahaan farmasi berbasis di AS, Pfizer, pada Senin (9/11/2020) mengumumkan bahwa kandidat vaksin COVID-19-nya lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah COVID-19.

Studi tersebut memiliki 43.538 peserta dan perusahaan mengatakan tidak ada masalah keamanan serius yang diamati. ​​​​​​Pfizer dan mitra Jerman BioNTech SE mengatakan mereka berharap untuk mendapatkan otorisasi penggunaan darurat AS akhir bulan ini.

“(Berita) benar-benar melampaui skenario kasus terbaik semua orang. Ada kegelisahan yang meningkat bahwa kami mungkin tidak mendapatkan hasil vaksin yang kuat, jadi ini melepaskan risiko pada perdagangan dan untuk emas, menandakan eksodus besar-besaran dari aset-aset safe-haven,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here