Realisasi Penyaluran Kredit BRI Tumbuh 4,86 Persen

Indonesiainside.id, Jakarta – Bank BRI mencatat realisasi penyaluran kredit secara konsolidasi hingga triwulan III 2020 mencapai Rp935,35 triliun atau tumbuh 4,86 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, yang mencapai Rp891,97 triliun, di tengah lesunya permintaan karena pandemi Covid-19.

“BRI mampu mencatat pertumbuhan kredit dan simpanan yang positif dan lebih baik dari industri perbankan nasional,” kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam pemaparan kinerja triwulan III 2020 secara virtual di Jakarta, Rabu(11/10).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan penyaluran kredit industri perbankan mencapai 0,12 persen per September 2020.

Menurut dia, pihaknya melakukan strategi business follows stimulus atau bisnis mengikuti stimulus yang digelontorkan pemerintah sehingga dapat mendorong daya beli atau permintaan masyarakat.

Caranya, lanjut dia, dengan mengerahkan sumber daya BRI untuk fokus membantu penyaluran berbagai stimulus pemerintah kepada masyarakat sehingga mengungkit permintaan terhadap kredit.

Adapun fokus penyaluran kredit, kata dia, diarahkan kepada kredit dengan skema penjaminan di antaranya kredit usaha rakyat (KUR), KUR supermikro, dan kredit modal kerja.

Sunarso menjelaskan strategi itu juga sekaligus akan memberikan sinyal kepada investor untuk tetap berinvestasi di BRI.

“Dengan mekanisme itu, kita tunjukkan sinyal bahwa kami tidak ngawur, kami sangat hati-hati mengikuti kebijakan makro dan hati-hati dalam pengelolaan risiko dengan pencadangan,” katanya.

Dari total penyaluran kredit, pendukung utama dari segmen mikro mencapai Rp328,7 triliun atau naik 8,91 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, kemudian ritel dan menengah Rp283,02 triliun atau naik 9,93 persen.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here