Kliring Berjangka Indonesia Jadi Penjamin Transaksi Pasar Fisik Emas Digital

emas

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan setujui PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) sebagai lembaga kliring penyelesaian dan penjaminan transaksi di pasar fisik emas.

Persetujuan ini diterbitkan pada tanggal 11 November 2020, melalui Surat Persetujuan Bappebti No 01/Bappebti/SP-KBPF/11/2020.

“Dengan adanya surat persetujuan ini, KBI mendapatkan legalitas untuk menjalankan fungsi sebagai lembaga kliring penyelesaian dan penjaminan transaksi di pasar fisik emas digital di bursa berjangka,” kata Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Pelaksanaan pasar fisik emas digital di Indonesia ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka, serta Peraturan Bappebti No 13 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti No 04 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Sejalan dengan mulai berjalannya pasar fisik emas digital di bursa berjangka, ke depan terkait legalitas transaksi semua pelaku perdagangan di pasar fisik emas digital harus melakukan kliring di lembaga kliring yang telah mendapatkan persetujuan dari Bappebti.

Langkah KBI untuk menjadi lembaga kliring di pasar emas digital diharapkan mampu meningkatkan ekosistem perdagangan emas. Perseroan akan menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang menjaga integritas keuangan para peserta pasar fisik.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here